Thursday, July 18, 2013

Ada Salju Kecil di Swiss

Novelini bagian dari proyek GagasMedia - Bukune yang bertajuk 'Setiap Kota Punya Cerita'. Sejauh ini, sudah menelurkan empat novel dengan penulis dan latar berbeda. Ada yang berlatar di Barcelona (Punya Mbak Enno), ada yang di New York, ada pula di Beijing, dan terakhir, yah ini... di Swiss, tepatnya Zurich.








Judulnya itu... Swiss: Little Snow in Zurich. Berlatar di negara tersebut dengan tokoh utama seorang imigran Indonesia bernama Yasmine. Ditulis oleh seorang penulis yang sebetulnya bisa dikatakan masih hijau. Namanya Alvi Syahrin. Dulunya seorang mahasiswa non-sastra yang menggemari dunia tulis-menulis. Novel perdananya itu Dilema yang cukup laris di pasaran, tapi sebetulnya ceritanya klise. Tentang cinta segitiga begitu. Khas teenlit sekali.

Nah kali ini, Alvi berusaha keluar dari euforia Dilema tersebut. Tak lagi membahas cinta segitiga, walau cerita awal novel ini agak berbau Dilema. Tapi setelah terus membaca dan membaca, sepertinya aku bisa menemukan potensi pemuda ini. Dia ini cukup jago bikin alur yang tak terduga; dulu Dilema juga begitu.Di Swiss ini juga sama. Salah satu contoh itu, tokoh bernama Dylan. Seingatku, dia belum memberikan deskripsi mengenai Dylan ini. Awalnya kukira Dylan ini cewek; plus pengaruh suatu hal aku punya teman yang bernama Dylan. Apalagi diceritakan bahwa Dylan ini sahabat Yasmine di Swiss - bareng Elena. Suka hang-out bersama juga. Jadi tak salah dong, muncul pemikiran bahwa Dylan itu perempuan. Hingga di suatu bab, sadarlah aku kalau keliru. Dylan itu cowok. Diceritakan Dylan menaruh rasa pada Yasmine. Otakku berpikir, Alvi ini kan masih 'normal', sepertinya tak mungkin ceritanya soal.... yah kalian pasti mengerti apa maksudnya.

Itu sisi tak terduga yang pertama. Yang lainnya itu soal kesan cinta segitiga. Setelah tahu Dylan itu cowok, Aku berpikir, kok jadi mirip Dilema - novel perdananya itu? Soalnya, di awal sudah diceritakan kedekatan Yasmine dengan Rakel yang sudah terlihat intim dan mesra. Kali pertama menyangkanya seperti itu. Hingga, lambat laun, dugaan itu lenyap. Memang ada unsur cinta segitiga, tapi Swiss ini lebih kompleks.

Diceritakan bahwa ternyata Rakel mendekati Yasmine, karena teringat adiknya, Kelly yang sudah meninggal. Sebelum Kelly meninggal, ia menjalani agenda musim dingin adiknya  tersebut dengan dirinya. Namun setelah meninggal, agenda itu terlupakan dan baru teringat setelah dirinya memperhatikan Yasmine yang sibuk dengan kameranya. Terperciklah ide untuk meneruskan lagi agenda tersebut; bukan untuk Yasmine, tapi untuk Kelly. Sampai akhirnya, gara-gara agenda itulah, hubungannya dengan sahabatnya - Dylan dan Elena - semakin memanas saja (Yah mereka sahabat dari kecil yang memburuk karena insiden Kelly). Dirinya juga sadar, kalau semakin meneruskan agenda itu, Yasmine akan sakit.

Dan... Rakel pun menjauhi Yasmine. Untuk bisa move-on, ia mendekati dan berpacaran dengan beberapa perempuan. Sementara Yasmine, perempuan ini sudah jatuh cinta dengan dirinya. Awalnya berat, tapi gadis ini malah sempat jadian dengan Dylan yang jatuh cinta pada Yasmine. Kemudian, baik Rakel,Yasmine, dan Dylan sadar. Skenario ini harus diakhiri. Sebab percuma menjalin sebuah hubungan, tapi pikiran terpusat pada orang lain. Skenario pun berlanjut pada kembalinya kemesraan antara Yasmine dan Rakel yang sempat hilang sementara.

Sisi tak terduga lainnya, walau Rakel dan Yasmine kembali bersama, tapi cowok yang menyayangi adiknya itu harus pergi ke New York. Adalah ibunya yang jadi penyebabnya. Ibunya ingin bisa melupakan semua kesedihan yang ada di Swiss, negara asalnya. Di sinilah bagian yang cukup sedih, menurutku.

Akhir postingan, novel Swiss ini, setelah baca-baca lagi ceritanya, sepertinya memang layak dapat nilai 10. Kemampuan bercerita, diksi, imajinasi, dan kemampuan merangkai sekumpulan alur dari seorang Alvi memang layak mendapatkannya. Pekerjaan yang bagus, Vi!