Friday, August 17, 2012

(Mungkin) Kebaikan lebih banyak daripada kejahatan



Orang baik jauh lebih banyak dari yang jahat, tapi karena berbuat kebaikan sebaiknya tidak diumbar, yang buruk jadi lebih sering kedengaran.- , editor

Akhir Mey 2012 silam, aku pernah mendapatkan pengalaman pahit dengan penjual. Penjual aksesoris ponsel, tepatnya. Waktu itu aku beli chargeran ponsel dan beberapa hari kemudian rusak, sehingga nggak bisa dipakai lagi. Nggak usah pakai peramal, yang jelas aku memang dongkol. Dari pengalaman pahit yang nggak mendapatkan kompensasi itulah, aku sempat beropini bahwa tayangan per tayangan yang disajikan acara reportase di Trans TV tersebut memang setidaknya berdasarkan fakta. Begitu yang kutulis di blogku selang beberapa hari dari kejadian perkara.

Nah kesimpulan semuku itulah kemudian menarik seorang blogger untuk memberikan petuahnya. Bloogger yang katanya selama ini tinggal di Jerman ini bilang, "Aku rasa ini opini yang ditulis dengan emosi, dengan dua bukti yang begitu minim, jangan beranggapan seperti itu. Ini hanya segelintir buruk dari ribuan kebaikan, namun hanya mengingat yang buruknya saja." Begitu katanya. Tadinya kuanggap dia bisa berkata seperti itu karena ada dua alasan. Pertama, dia tinggal di Jerman selama ini. Kedua, dia hanya tahu kondisi negeri ini dari berita-berita yang ia baca di internet atau lewat TV kabel. Jadinya dia belum terlalu tahu kondisi sebetulnya dari negara ini. Yah, makanya nggak salah dong aku beropini seperti itu.

Namun setelah lewat dua-tiga bulan dari peristiwa tersebut, opininya dia itu benar juga. Apalagi tepatnya, waktu ada seorang editor yang menuliskan tweet seperti di awal tulisan ini. Jleb! Kalau istilah gaulnya. Kalau dipikir-pikir, benar juga yah. Kejahatan atau orang jahat itu memang banyak. Seringkali di koran, majalah, televisi, ataupun radio serta internet sering memberitakan banyak kasus. Mulai dari skala besar seperti korupsi dan penggelapan, hingga skala kecil seperti pemerkosaan dan pencopetan. Belum lagi menurut statistik yang pernah kubaca di sebuah situs, angka kriminalitas di Indonesia termasuk tinggi. Kasus kriminalitasnya pun sudah mulai seperti di Amerika Serikat yang melibatkan senjata api. Ingat kan kasus penembakan di sebuah minimarket di Pamulang?

Tapi.... Apakah gara-gara itu, terus kita sampai beranggapan "Haduh, dunia ini sekarang udah gak ada orang baik yah?" ? Rasa-rasanya sih, nggak baik juga kalau kita beranggapan seperti itu. Itu ibarat seperti banyaknya kasus keguguran, terus berdampak pada banyaknya ibu-ibu yang jadi takut buat hamil dan melahirkan. Pendek banget pikiran kita yah kalau bisa beranggapan seperti itu. Jleb! Jadi menyindir diri sendiri nih? -_-

Kejahatan dan orang jahat memang banyak, namun percayalah masih ada kebaikan atau orang baik di dunia ini. Kebaikan seringkali tertutupi oleh kejahatan bukan karena kejahatan yang makin sering terlihat, tapi karena adanya anggapan di masyarakat kalau kebaikan itu tak sepantasnya diumbar-umbar. Yah walau sih, menurutku salah. Kebaikan itu mesti diumbar. Dalam artian, bukan kebaikan kita yang diumbar, tapi kebaikan orang lain. Kebaikan orang lain lah yang harus kita umbar untuk mematahkan anggapan "Haduh, dunia ini sekarang udah gak ada orang baik yah?" tersebut. Apalagi ada kan petuah yang bilang: "Bila kita mendapatkan kebaikan dari orang lain, pay it forward!" Apa salahnya kan kalau kita ikuti?

Atau jangan-jangan benar pula lagi yang dibilang wali kelasku waktu kelas tiga dulu. Dia pernah bilang bahwa berbuat jahat dalam sedetik bisa beratus kali dilakukan, namun berbuat kebaikan, seharipun susahnya minta ampun. Padahal kebaikan itu menurutku gampang sekali dilakukan. Aku jadi ingat kebaikan dari seorang pengunjung warnet dulu kepadaku. Dia pernah nggak sengaja membayariku main internet di sana. Mungkin bagi orang lain, itu sepele dan bukan kebaikan. Tapi bagiku, dia itu sudah melakukan kebaikan. Gara-gara dia pula, aku jadi bisa menghemat uang. Kalau tak ditraktir, aku kemungkinan harus keluar duit minimal tiga ribu rupiah. Dan kebaikannya si pengunjung tersebut juga baru sebagian kecil dari kebaikan-kebaikan lainnya yang bisa kita lihat dan kita lakukan. Contoh lainnya mungkin bisa kita pikirkan dan kita lakukan sendiri.

Berbuat baik itu juga nggak salah kok. Walau gara-gara berbuat baik itulah - kita jadi sering dimanfaatkan orang lain - kalau niat kita memang mau berbuat baik, Tuhan pasti tahu dan akan membalasnya. Apalagi kebaikan yang kita lakukan jauh lebih meninggalkan kesan daripada kejahatan yang kita lakukan. Banyak kan orang yang lebih terkesan dengan orang yang berbuat baik padanya daripada yang jahat dengannya. Nah kalau begitu, kenapa kita nggak coba berbuat baik dari hal-hal sepele dulu? Contohnya seperti berpikiran positif terhadap suatu hal. Silly but worth it. :)

Sebagai penutup, ada kata-kata mutiara lagi dari seorang blogger. Beginilah dia bersabda, "People may not remember exactly what you did or what you said, but they will always remember how you made them feel."





In a world filled with hate, we must still dare to hope. In a world filled with anger, we must still dare to comfort. In a world filled with despair, we must still dare to dream. And in a world filled with distrust, we must still dare to believe.
~Michael Jackson~

16 comments:

  1. beeh, tambah keren aja tulisanmu.

    Aku setuju deh. kalau seandainya kejahatan kalah banyak dibanding kebaikan, mestinya aku sendiri ga survive hingga sekarang. Sampai saat ini aku masih hidup, aman sentosa, berkat kebaikan orang-orang di sekitarku (terutama keluarga).

    ReplyDelete
  2. Kadang kita emang serba salah.
    Kalo terlalu baik, eh disalahgunakan orang.
    Kalo jahat, eh lebih salah lagi :D
    Hitam dan putih emang gak bisa bersatu :D

    ReplyDelete
  3. hmmm, setuju banget. saranmu jg ada benernya, kalo yg diumbar kebaikan kita namanya mah pamrih n pamer...yg ada org malah sebel kali ama tipe org mcm ini...yg terpenting, mau org brbuat jahat atau baik, balaslah dg kebaikan-ya mskipun ini ga mudah :)

    ReplyDelete
  4. kalau kebaikan diumbar jadi masuiknya RIA ya atau pamer

    ReplyDelete
  5. kalo terlalu sering mengumbar kebaikan, orang jadi terobsesi kalo dirinya harus selalu keliatan baik di mata orang lain
    keliatan baik lho, bukannya baik beneran
    saat dia mulai kehabisan ide, mulai deh mengada-ada
    kayaknya begitu

    ReplyDelete
  6. ah, bener banget nih. simple loh ya berbuat baik sebenernya ~

    ReplyDelete
  7. Nice :)
    mulai-mulai berat nih
    hehe

    Long time no here...
    Header barunya keren buanget bang nueel :)

    ReplyDelete
  8. mantep bang postnya apalahi kata2nya :)

    ReplyDelete
  9. dr kecil kita di ajari tangan kanan mberi tangan kiri jangan sampai tau, maka nya bener kata kamu kebaikan jarang d umbar,

    'jikalau tanganmu tlalu pendek untuk membalas kebaikan sahabatmu, maka panjangkanlah lisanmu utk berterima kasih dan mendoakanny'
    #kyaknya gk nyambung y dgn tulisanmu?#
    -.-"

    ReplyDelete
  10. hihihi.. syukurlah masih banyak orang baik, brarti kiamat masih jauh :p

    ReplyDelete
  11. kalau kejahatan sudah merajalela... yah tanda kiamat sudah dekat tuh :)

    ReplyDelete
  12. Meski langka, kebaikan itu pasti masih ada kok.

    ReplyDelete
  13. Memang lebih mudah bagi manusia untuk mengingat hal buruk daripada hal-hal baik yang telah diterima. Coba kita inget baik-baik..selama satu hari kemarin, saya yakin akan lebih banyak hal baik yang telah kita peroleh, namun karena terlalu banyak itulah membuat kita terkadang lupa akan nikmatNya :)

    ReplyDelete
  14. iy bner.. tp stauq kjahatan mkin bnyak ne.. -___-

    ReplyDelete
  15. kembali hadir dimari, udah lama ga kesini kayaknya

    ReplyDelete
  16. begitu juga bagaimana kita harus menanggapi reportase investigasi: gak semua makanan itu berbahaya, hehehe :p *kabur*

    ReplyDelete

Pembaca yang baik adalah yang sudi mau meninggalkan komentar. ^_^
Nice reader is the one who will leave lot of words in the comment box. ^_^