Friday, July 13, 2012

Three Course Meal of The Owner


Biasanya restoran-restoran kelas atas di Indonesia menyajikan hidangan masakannya dalam tiga babak alias Three Course Meal. Makanan pembuka atau pembangkit selera, makanan utama, dan makanan penutup. Apa enaknya sih makanan dengan metode seperti itu? Makanya, karena itulah, aku mencoba gunakan metode itu suatu hari di kala makan siang. Nah inilah three course meal ala si empunya blog. Check it out!

Appetizer (Makanan Pembangkit Selera)
Roti Goreng.
Entah darimanakah asalnya makanan atau cemilan yang satu ini. Namun pertama kali menemui makanan ini adalah di daerah  sekolahan BK3, Tangerang. Roti yang cara penyajiannya dengan cara digoreng ini benar-benar cemilan yang unik dan lumayan…. DEP SEDEEEEP!!! Oh yah , makanan yang satu ini kukira hanya ada di Tangerang. Namun waktu pertama kali kutulis di blog ini, ada beberapa pengunjung di blogku yang bilang kalau makanan ini sudah ada di Garut dan Bogor.
                                             


Main Course (Makanan Utama)
1. Nasi Laksa              
Sebetulnya bukan nasi juga sih. Hanya saja makanan ini terdiri dari mi yang terbuat dari tepung beras (Makanya mi-nya itu agak besar dari mi biasanya), dengan lauknya  yang bisa telur rebus atau ayam (Biasanya ayam gulai). Lalu mi dan lauknya tersebut disirami dengan kuah yang sepertinya biasa digunakan sebagai campuran dari ayam gulai. Menurut penjualnya, makanan ini merupakan makanan khas Tangerang. Entah benar atau tidak, aku hanya bisa manggut-manggut saja waktu membelinya. Hehehe.

Mi-nya sedikit besar dari mi biasanya.


2. Nasi Ulam
Kata si penjualnya sih, makanan ini banyak dijual di Jakarta. But what ever, I even saw this food last Monday. Yeah, you can call me Katrok. Puas? Puas? Puas? -_-
Oh yah, makanan ini sepintas mirip seperti nasi uduk. Hanya saja rupanya beda.  Nasinya itu murni nasi yang biasanya kita makan,  yang kemudian dipadukan dengan  mihun, kerupuk kampung, dan tambahan kacang. Yah kacangnya itu adalah kacang tanah yang biasanya kita temui di bubur ayam. Lalu selain itu ada tambahan lauk pula seperti martabak tahu atau telur rebus, yang kemudian dilumuri dengan kuah bumbu seperti kuah yang ada di nasi gudeg. Nggak usah heran kalau kuahnya itu manis. 

Lihat baik-baik! Yang ketutupan kerupuknya, itulah martabak tahunya.


Dessert (Makanan Pembuka)
Rujak Es Krim
Baru-baru ini aku ketemu makanan unik lagi. Kebetulan aku menemukannya di daerahku tinggal. Makanan tersebut ialah rujak yang dipadukan dengan es krim. Yah es krimnya itu es krim yang biasa kita sebut es podeng alias es yang pakai cone sebagai wadahnya. Dan rasanya makanan ini ialah… dingin, pedas, dan manis. Yah meskipun rasa yang mendominasinya itu tetap pedas, tapi tetap DEP SEDEP kok. Hehehe. Oh yah, makanan yang kata si penjual banyak dijual di Jogja ini, mesti waspada makannya. Sebabnya perpaduan rasa dingin, pedas, dan manisnya itu membuat kalian harus siap-siap ke toilet. Apalagi bagi yang pertama kali makan. ^^

Rujaknya terdiri dari buah pepaya, timun, bengkoang, dan mangga.


Minuman
Susu Jahe
Kalau STMJ kalian pasti tahu. Itu lho minuman yang terbuat dari Susu, Madu, Telur, dan Jahe. Minuman hangat yang katanya berkhasiat untuk tubuh. Namun pernahkah kalian mendengar Susu Jahe? Minuman yang satu ini sepertinya mirip dari STMJ. Hanya saja minuman ini tidak dicampur dengan madu dan telur. Tapi tetap manis dan DEP SEDEP kok. Hehehe. Minuman ini cocok banget diminum di saat cuacanya lagi dingin sedingin-dinginnya. Daripada minta kehangatan dari seorang wanita, mending minum Susu Jahe aja. #Eh #Abaikan.

Sepintas mirip kayak susu putih


Nah itulah  three course meal yang menurutku cukup DEP SEDEP dan menggairahkan, sama bergairahnya dengan kemolekan tubuhnya Irina Shayk. #Opo Iki

Ceweknya CR7 benar-benar menggairahkan yah?! :P


Namun jangan sering-sering dipraktekin yah. Sesekali bolehlah. Tapi jangan tiap hari. Karena beresiko kanker (Kantong Kering) dan berat badan naik. Hehehe.

Akhir kata, selamat berburu!