Thursday, March 29, 2012

(Sudah pasti) Ia mencerahkanku



Gambar: Dokumentasi Pribadi yang diambil dengan menggunakan kamera handphone K660i

Di perumahan tempat aku tinggal, ada sesosok yang amat sangat kukagumi. Sosok itu ialah seorang tukang sampah. Bukan tukang sampah biasa,tepatnya. Melainkan seorang tukang sampah yang buta. Yah tukang sampah ini tidak bisa melihat, sobat!

Pertama kali kulihat dia mengais-ais tong sampah itu waktu Agustus 2008. Dan hingga kini, dia masih setia dengan pekerjaan yang cukup berat untuk orang-orang senasib dirinya. Dilihat dari dari perawakannya juga, sepertinya dia itu late twenties atau early thirties. Tapi tak masalah berapa usianya. Karena yang ingin kusampaikan ialah... aku kagum dengan beliau.

Hal yang aku kagumi dari dia itu ialah semangatnya. Walau buta, ia mau bekerja berat seperti itu. Ia rela pagi-pagi mendorong gerobak dan mengais-ais tong sampah warga komplek. Berbeda sama diriku ini yang biasanya suka bermalas-malasan tanpa sebab. Miris.

Biasanya juga, orang-orang senasib dia itu pekerjaannya tak jauh-jauh dari pengemis, tukang pijat, ataupun pengamen. Jarang sepertinya kulihat ada orang buta yang mau mendorong gerobak. Seolah dia ingin berkata: 'Walau aku buta, aku bisa lho berbuat sesuatu untuk sesamaku.' Apalagi seringkali dia mendorong gerobak tanpa bantuan siapa-siapa. Very salute for his spirit.

Hmmm....

So, what's your opinion about the blind dustman?