Friday, March 16, 2012

REVIEW: John Carter of Mars



[POSTINGAN REVIEW INI MENGANDUNG SPOILER TINGKAT TINGGI!!!]


Genre: Sci-Fi
Sutradara: Andrew Stanton
Artis:  Taylor Kitsch, Lynn Collins, Willem Dafoe, ...



Silakan klik kanan gambarnya untuk mengetahui sumbernya


Film ini menceritakan mengenai kisah hidup seorang prajurit yang suka membangkang bernama John Carter. Prajurit ini karena suatu hal dikejar-kejar oleh atasannya di kesatuan militer dan dari sanalah ia akan menemukan sebuah goa yang rupanya penghubung dirinya ke Planet Mars yang nama aslinya Barsoom.

Awalnya dia terdampar di sebuah padang pasir di Planet Mars dan mulai menyadari kalau kondisi di sekitarnya aneh. Salah satunya itu.. gravitasi di sana yang bisa membuatnya terbang. Lalu setelah itu, John Carter bertemu dengan sekelompok ras di Planet Mars bernama Thark. Suku Thark awalnya mengira John itu salah satu dari bayi-bayinya mereka yang menetas. John Carter disangka bayi super yang baru lahir.

Hingga akhirnya, suku Thark sadar kalau John Carter bukan dari Mars. Dan itu bermula pada saat Putri Dejah dari kota Helium terdampar juga di daerahnya suku Thark karena suatu insiden. Kedatangannya Putri Dejah benar-benar memberikan suatu titik cerah bagi suku Thark atau khususnya, bagi John Carter sendiri.

John Carter sadar kalau Planet Mars yang ia datangi itu sedang terjadi suatu konflik kekuasaan. Penduduk kota Helium sedang berperang melawan penduduk kota Zodanga. Rupanya juga konflik itu dipicu oleh suku Thern, suatu suku yang gerak-geriknya tak ada yang mengetahui (Sama kayak orang-orang Illuminati). Salah seorang dari suku Thern menyerahkan kekuatan maha dahsyat kepada seorang bodoh bernama Sab Than. Sab Than ini dijadikan alat mereka untuk membuat suatu chaos di Planet Mars.

Sebaliknya, salah seorang dari suku Thern itu juga menyadari kalau John Carter itu memang  bukan berasal dari Planet Mars. Ia tahu asal-usulnya John Carter yang berasal dari Bumi. Ia lalu berusaha agar John Carter tak bisa ke Bumi lagi karena suatu alasan. Selain itu juga berusaha supaya John Carter tidak menggagalkan usaha konspirasinya untuk menciptakan chaos di Mars.

Pada akhirnya, usahanya suku Thern itu berhasil digagalkan oleh John Carter dan ia berhasil kembali ke Bumi walau telah melewati beberapa tahun. Sesampainya ia ke Bumi, ia sadar kalau ia tak bisa ke Planet Mars lagi. Dikarenakan ia kehilangan sebuah medali yang bisa membuatnya kembali ke Mars lagi. Kemudian, dimulailah usaha pencarian medali tersebut ke beberapa tempat di Bumi dengan hati-hati. karena dia takut suku Thern yang pandai menyamar dapat mengetahui gerak-geriknya tersebut.

Hmm... Film ini luar biasa. Mungkin inilah film terbaik yang pernah kutonton selama ini. Acting para pemainnya, special effect-nya, kualitas gambarnya, sound effect-nya, alurnya, ... sungguh perfecto. Apalagi film ini bagaikan perpaduan dari sci-fi, kolosal, cinta, hingga film serius kayak Sherlock Homes. Adegan dialog dan adegan action-nya sepertinya 50-50 jumlahnya. I swear, you will never bored to watch it. :D

Hanya saja waktu menonton film ini bersama sahabatku, Dion, aku melihat ada beberapa scene yang janggal dan yah mungkin saja itu hanya sebagai pengganggu saja. Pengganggu yang bisa merusak konsentrasi kalian waktu menonton. Juga endingnya itu agak kurang sreg. Karena kan diceritakan John Carter kembali ke bumi dengan rupa seorang kakek-kakek. Bahkan sampe jenggotan pula. Nah kenapa setelah beberapa tahun, rupanya John itu malah jadi kayak om-om. Di situ letak janggalnya.

Terus ada beberapa cerita lain yang agak aneh, tapi saya bisa memakluminya. Ini kan film based on novel, yah mungkin saja kan ada sekuelnya. Mungkin di sekuel selanjutnyalah bakal diceritakan bagian-bagian yang kelihatannya janggal/missing itu.Oya, aku jadi penasaran nih sama novelnya. Jangan-jangan ada beberapa adegan di novel yang tak divisualisasikan? Hmmm...

Overall, film ini kuberi skor 8,5 dari 10.