Wednesday, March 21, 2012

(Mungkin) Komik sekarang terlalu idealis


Komik. Dari jaman gue masih pelajar putih-merah hingga sekarang udah melihara jenggot, gue paling suka baca komik. Kalo dulu tuh, gue lebih suka baca komik daripada novel. Kadang bosen aja gitu baca buku-buku yang minim gambarnya. Jauh lebih asyik baca buku yang ada gambarnya, apalagi kalau gambarnya itu syuuuur. Huahaha. Oke skip aja. Otak gue lagi error. :D

Kalo dulu, gue paling suka baca komik-komiknya Fujiko Fujio, khususnya komik Doraemon. Tiap kali diajak bokap gue pergi ke Gramedia, gue nyaris selalu beli komik Doraemon, hingga koleksi Doraemon gue lengkap dan gue cukup tahu betul lika-likunya serial Doraemon. Selain Doraemon, gue juga suka komik-komiknya Walt Disney, khususnya Poket Paman Gober atau kalau dalam bentuk majalah, Donal Bebek. Di luar yang udah gue sebutin, gue juga suka baca komik Ikkyu San, Tsubasa Ozora, Dragon Ball, dll.

Namun sekarang ini, gue jadi agak-agak ilfeel gitu sama yang namanya komik. Soalnya kebanyakan komik yang gue tengokin ke toko buku langsung itu khayalan banget. Terlalu idealis. Seperti yang gue bilang sebelumnya, segala yang ter- itu nggak baik, meeeen. Gue sih lebih suka ngebaca komik-komik yang agak mendekati kenyataan yang ada. Kalo dulu tuh contohnya Doraemon. Kalo sekarang, mungkin Detektif Conan.

Yah gue suka banget baca komik Detektif Conan. Ceritanya tuh memang khayalan sih, tapi nggak terlalu khayalann banget. Agak-agak mirip dikit setting-nya sama situasi yang ada di Jepang. Apalagi komik ini mengajarkan gue untuk bisa berpikir kritis. Karena seringkali kasus-kasusnya itu rumit banget. Plus, dari komik Conan ini, gue juga bisa tahu Jepang itu kayak gimana sih.

Oh yah, komik Detektif Conan itu menceritakan mengenai kisah hidupnya Shinichi Kudo, seorang detektif SMA yang menciut karna diminumkan secara paksa obat APTX 4869 oleh salah seorang anggota kriminal paling berbahaya dan terorganisir, Black Organization. Karena rasa keadilan kuat yang dimilikinyalah, dia harus merelakan masa-masa SMA-nya yang indah, bahkan harus rela terus memendam rasa sukanya kepada gadis pujaan hatinya, Ran Mouri.

Gue suka gaya cool-nya Shinichi Kudo a. k. a. Conan Edogawa

Berbeda sama komik-komik lainnya, komik Detektif Conan itu menurut gue lebih hidup. Penggambaran tiap tokohnya juga kuat. Alurnya juga kompleks. Dan.... nyaris selalu saja ada kasus.Di komik ini juga, gue jarang lihat ada tokohnya yang berambut warna-warni ataupun pakaiannya itu-itu aja.

Sedangkan komik-komik lainnya? Kita ambil contoh Naruto. Hmm, itu komik khayalan banget. Penggambaran ninjanya juga aneh, meeen.

Setahu gue ninja itu kayak gini deh penampakannya.

 Tampilan ninja ala Naruto itu menurut gue cukup aneh. Dan setahu gue juga, ninja tuh nggak pake bandana. Apalagi bandana yang ada simbol-simbol anehnya. #NoOffense


Itu baru Naruto, belum One Piece. Ada apa buah yang bisa bikin pemakannya jadi seperti karet kulitnya? Gue juga mao kalo ada. Kan lumayan kan tubuhnya bisa melar, hingga bisa nyelinap masuk tanpa harus ngetok pintu dulu. Huehehe.

Terus kebanyakan bentuk tokoh-tokohnya itu juga unik, kalo nggak dibilang aneh. Ada yang rambutnya ijo, ada yang rambutnya kuning, ada yang tubuhnya ceking banget kayak tiang listrik, hingga.... Ah sudahlah, lupakan saja. :P

Itu yang pake topi, ada yang tahu nggak makhluk apaan?

Aduuuh, kayaknya bakal panjang banget kalo gue ceritain semuanya. Kayaknya juga jarang yah ada komik kayak Conan, Doraemon, atau Donal yang cerita dan setting-nya itu agak mendekati kenyataan. Realistis tapi idealis gitu. Jangan-jangan ke depannya, komik-komik yang beredar nantinya malah 100 % khayalan?

PS: sumber gambar bisa dilihat dengan mengklik kanan gambar yang bersangkutan