Thursday, February 2, 2012

(Mungkin) Ini Posting Gokil Indonesia - part six



Part one
Part two
Part three
Part four
Part five



Pertanyaan di hari keenam:
Kenapa Ayu Ting-Ting bisa tenar?

Dan inilah analisis gue tentang fenomena Ayu Ting-Ting itu:

1. Karena Youtube 
Nggak bisa dipungkiri, namanya Ayu Ting-Ting itu melejit karna Youtube. Buktinya udah banyak kan orang-orang yang dapat ketenaran lewat Youtube. Ada Briptu Norman, Shinta-Jojo, Ustad Maulana, sampai Sm*sh. Jangankan yang di Indonesia, di luar negeri juga ada kok. Itu tuh si Justin Bieber dan Greyson Chance.

2. Wajahnya cantik
Jujur gue bilang kalo wajahnya Ayu Ting-Ting cukup cantik juga. Bahkan cantiknya alami alias tanpa polesan make-up sedikit pun waktu gue liat di Infotainment beberapa hari yang lalu. Hmm, mungkin ini kali yah yang namanya inner beauty itu? :P

3. Jenis musik yang dibawakannya itu dangdut. 
Gue nggak yakin juga kalo Ayu Ting-Ting bisa tetep tenar kalo waktu itu bawain jenis musik genre lain kayak reggae, metal, jazz, classic, atau rap. Tau sendirilah musik dangdut itu termasuk musik yang digemari oleh mayoritas masyarakat Indonesia, selain pop.

Nggak percaya? Coba aja kalian naek metromini, naek angkot, pergi ke terminal, pergi ke stasiun, pergi ke kondangan atau nggak usah jauh-jauh, samperin aja pangkalan ojek. Coba lu dengerin saat mereka nyetel radio atau MP3-nya. Musik apa coba yang lu denger? Dangdut kan? Pop kan? Nah itu dia kenapa Ayu Ting-Ting bisa tenar.

Bukannya mau remehin jazz, reggae, atopun metal, tapi faktanya emang gitu. Coba deh, antara Elvi Sukaesih sama Barry Likumahuwa, siapa yang lebih dikenal masyarakat? Yang pertama kan? Gue juga yakin nggak banyak juga masyarakat kita familiar sama musik reggae atopun metal.

Fenomena ini nggak mungkin dengan mudahnya hilang. Apalagi rata-rata musik dangdut itu iramanya memang ringan dan cukup menghibur. Cocok sebagai hiburan buat golongan menengah ke bawah yang begitu penat sama kehidupan mereka yang berat. Nggak mungkin juga kepala dan badan mereka yang sudah diforsir habis-habisan masih mampu menikmati musik-musik dengan tingkat kerumitan kayak jazz, classic, ataupun musik yang keras kayak musik metal. Tapi bila kalian ngedenger musik-musik selain dangdut atau pop di tempat-tempat yang gue sebutin itu, bisa dibilang itu cuman kebetulan aja. Hanya minoritas saja. Hehehe. :D