Friday, January 20, 2012

(Mungkin) Widget Tersebut Gak Guna


"Daripada punya ribuan follower yg hanya sekedar numpang lewat, jauh lebih berarti punya segelintir pembaca setia yg bener2 membaca dan mengapresiasi tulisan kita." 
- Keven, 24 tahun, Blogger Gokil

Selama gue punya blog, gue liat-liat hanya blogger.com, tumblr.com, dan multiply.com aja yang punya widget follower. Yah mungkin untuk multiply namanya beda. Kalo di wordpress, sepengetahuan gue enggak ada yah. Soalnya pengalaman gue bertandang ke blog-blog wordpress jarang banget atau malah enggak ada yang masang widget itu. Pengecualian untuk yang self-hosting yah alias yang domainnya dot com. Hehehe.

Nah dari situlah timbul pemikiran aneh. Gunanya follower itu apa yah? Oke, mungkin biar kita bisa terus ngikutin perkembangan suatu blog. Ambil contoh aja, yusyulianto.com. Karna ada sesuatu hal yang khas dari blog yus itu, kita jadi  pengen tau isinya. Terus kita follow deh blog  yang gokil bin nyeleneh itu. :D

Tapi walau gitu, follower itu enggak ngejamin yah kalo setiap postingan kita bakal di-follow sama follower-follower-nya kita itu. Gue udah pengalaman soalnya. Blog gue tuh follower-nya udah 242, tapi enggak ngejamin 242 orang itu langsung ngomen di postingan yang gue buat. Dan enggak usah muluk-muluk juga, gue malah berharap minimal tuh setengahnya aja dari 242 (Berapa yah? :P) orang  itu ngomen. Jangankan setengahnya deh, seperempatnya dari mereka aja mau ngomen,  gue udah bersyukur banget. Kasih ucapan syukur deh ke gereja. Hahaha.

Selain itu, seringkali tiap postingan yang gue buat itu pasti ngalamin yang namanya ketidakseimbangan. Maksudnya tuh, jumlah dilihat sama jumlah dikomentari beda jauh. Jumlah dilihatnya itu lebih besar dari jumlah dikomentarinya. Dari selisih itulah, ada golongan yang namanya 'silent reader'.

Wajar juga sih hal itu terjadi. Pertama, mereka tidak setiap hari nongkrong di depan komputer, laptop, IPad, dll, dsb. Gue aja onlen di laptop gue aja jarang-jarang. Soalnya kudu nyari wifi-nya dulu. Hehehe. Kedua, mungkin blog yang mereka follow itu banyak, sama seperti diriku yang tampan ini (Hyaaak!). Nah kalo banyak kan, kemungkinan dia buka blog lu kan juga fifty-fifty. Kalo menurut gue, malah kayak mencari jarum di tumpukan jerami.

Ketiga, masalah dengan bandwith, limit, atau apalah itu. Ini sering gue denger dari beberapa blogger. Keempat, takut yang punya blog tersinggung dengan komentarnya kita. Ini juga pernah gue denger dari seorang blogger dan ini alasan terkonyol yang pernah gue denger. Hey, kalo enggak dicoba, darimana bisa tau kalo dia bakal tersinggung? Atas dasar apa pula punya pemikiran seperti? Hanya karna lu dijawab ketus? Hanya karna komennya lu dibahas di salah satu postingan mereka? Hanya karna komen lu enggak dijawab-jawab? Hanya karna empunya blog pasang moderasi dan komentar lu itu enggak dilolosin?

Halah. Plis deh, jangan manja gitu. Cemen lu. Life is never flat, guys. Jangan pernah berharap kalian bakal dapat hal-hal baik dan menyenangkan terus. Bola itu bundar. Kalian harus siap terima hal itu. Dan jangan jadikan alasan-alasan tersebut membuat kalian takut berkomentar. So write what you want to write. Gue yakin pasti dari postingan ini aja, ada kan yang mau kalian utarakan. Hakul yakin sangat saya. :D

Alasan yang terakhir inilah yang bikin gue jengkel. Dan gue berharap setelah postingan ini, enggak ada lagi yah yang takut ninggalin komentarnya. Komentar-komentar yang masuk ke blog gue itu kadang jadi hiburan lho buat gue. Gue kadang kalo lagi bosen buka blog sendiri dan baca komentar-komentar yang masuk. Itulah kenapa gue enggak masang moderasi. Selaen biar langsung baca, gue juga enggak mau repotin diri gue sendiri. Seperti yang udah gue bilang: gue enggak tiap jam nongkrong di depan komputer. :D

Adakah nama kalian di sini? :)


Jadi kesimpulan dari tulisan gue kali ini: widget follower itu kayaknya enggak guna deh. Gue jadi berfikir buat nyopot aja tuh widget. Hahaha. Soalnya blogwalking malah lebih efektif mendatangkan komentar daripada kotak follower. Apalagi ada tuh follower blog ini yang ampe sekarang enggak pernah ngomen-ngomen semenjak nge-follow. Hehehe. :P

Akhir kata, setuju enggak kalian semua sama opini gue ini? :D