Monday, September 5, 2011

Mengapa Orang Yahudi Banyak Yang Pintar ?



Tanpa bermaksud untuk mendramatisir tentang orang Israel ataupun orang Yahudi secara khusus, saya ingin berbagi informasi yang saya peroleh dari notesnya teman kuliah saya, Gomos. Ia sendiri sih sebetulnya comot juga dari karyanya pak Chappy Hakim dan lagi-lagi pak Chappy nyolong juga tuh dari terjemahan H. Maaruf Bin Hj Abdul Kadir (guru besar berkebangsaan Malaysia) dari Universitas Massachuset USA tentang penelitian yang dilakukan oleh DR.Stephen Carr Leon. Hehehe...! Maka colong mencolong pun terjadi. Berharap si tukang colong tak ikut-ikutan mencolong artikel yang ini juga. :p

Oke deh, check it out!

Dari tulisannya dia yang saya kopas ini, saya jadi tahu beberapa hal tentang Yahudi seperti berikut ini. Oh yah tulisan berwarna merah itu kata-kataku.

  • Ternyata, bila seorang Yahudi hamil, maka sang ibu segera saja meningkatkan aktivitasnya membaca, menyanyi dan bermain piano serta mendengarkan musik klasik. Tidak itu saja, mereka juga segera memulai untuk mempelajari matematika lebih intensif dan juga membeli lebih banyak lagi buku tentang matematika. mempelajarinya, dan bila ada yang tidak diketahui dengan baik, mereka tidak segan-segan untuk datang ke orang lain yang tahu matematika untuk mempelajarinya. Semua itu dilakukannya untuk anaknya yang masih didalam kandungan. Wuah coba dulu ku waktu masih di dalam kandungan seperti itu, mungkin ku sudah jadi juara olimpiade. Hehehe...!
  • Setelah anak lahir, bagi sang ibu yang menyususi bayi nya itu, mereka memilih lebih banyak makan kacang, korma dan susu. Siang hari, makan roti dengan ikan yang tanpa kepala serta salad. Daging ikan dianggap bagus untuk otak dan kepala ikan harus dihindari karena mengandung zat kimia yang tidak baik untuk pertumbuhan otak si anak. Disamping itu sang ibu diharuskan banyak makan minyak ikan (code oil lever). Sekarang kutahu kenapa mami selalu rutin menyediakan lauk ikan. :p 
  • Menu diatur sedemikian rupa sehingga didominasi oleh ikan. Bila ada daging, mereka tidak akan makan daging bersama-sama dengan ikan,karena mereka percaya dengan makan ikan dengan daging hasilnya tidak bagus untuk pertumbuhan. Makan ikan seyogyanya hanya makan ikan saja, bila makan daging , hanya makan daging saja, tidak dicampur. Makan pun, mereka mendahulukan makan buah-buahan baru makan roti atau nasi. Makan nasi dulu baru kemudian makan buah, dipercaya akan hanya membuat ngantuk dan malas berkerja. FYI! Orang Jepang pintar juga karena makan ikan, loh! 
  • Yang istimewa lagi adalah : Di Isarel, merokok itu tabu ! Mereka memiliki hasil penelitian dari ahli peneliti tentang Genetika dan DNA yang meyakinkan bahwa nikotin akan merusak sel utama yang ada di otak manusia yang dampaknya tidak hanya kepada si perokok akan tetapi juga akan mempengaruhi “gen” atau keturunannya. Pengaruh yang utama adalah dapat membuat orang dan keturunannya menjadi “bodoh” atau “dungu”. Walaupun, kalau kita perhatikan , maka penghasil rokok terbesar di dunia ini adalah orang Yahudi ! Tetapi yang merokok , bukan orang Yahudi. Jejak tersebut kemudian diikuti oleh Singapura. Di Singapura para perokok diberlakukan sebagai warga negara kelas dua. Semua yang berhubungan dengan perokok akan dipersulit oleh pemerintahnya. Harga rokok 1 pak di Singapura adalah 7 US Dollar, bandingkan dengan di Indonesia yang hanya berharga 70 sen US Dollar. Pemerintah Singapura menganut apa yang telah dilakukan oleh peneliti Israel , bahwa nikotin hanya akan menghasilkan generasi yang “Bodoh” dan “Dungu”. Tuh denger para perokok! Smoking is useless. 
  • Anak-anak, selalu diprioritaskan untuk makan buah dulu baru makan nasi atau roti dan juga tidak boleh lupa untuk minum pil minyak ikan. Hmm, harus dicoba kalau nanti punya anak #eh
  • Mereka juga harus pandai bahasa , minimum 3 bahasa harus dikuasai nya yaitu Hebrew, Arab dan bahasa Inggris. Ku juga menguasai 3 bahasa: Inggris, Indonesia formal, Indonesia slengeannya. :D
  •  Anak-anak juga diwajibkan dan dilatih piano dan biola. Dua instrument ini dipercaya dapat sangat efektif meningkatkan IQ mereka. Irama musik terutama musik klasik dapat menstimulasi sel otak. Sebagian besar dari musikus genius dunia adalah orang Yahudi. Yup, i'm believe it. Guru SMA-ku pernah bilang hal yang sama. 
  • Satu dari 6 anak Yahudi, diajarkan matematika dengan konsep yang berkait langsung dengan bisnis dan perdagangan. Ternyata salah satu syarat untuk lulus dari Perguruan Tinggi bagi yang Majoring nya Bisnis, adalah, dalam tahun terakhir, dalam satu kelompok mahasiswa (terdiri dari 10 orang), harus menjalankan perusahaan. Mereka hanya dapat lulus setelah perusahaannya mendapat untung 1 juta US Dollar. Itulah sebabnya, maka lebih dari 50 % perdagangan di dunia dikuasai oleh orang Yahudi. Design “Levis” terakhir diciptakan oleh satu Universitas di Israel, fakultas “business and fashion“. Ckckck! Tak disangka. 
  • Olah raga untuk anak-anak, diutamakan adalah Menembak, Memanah dan Lari. Menembak dan Memanah, akan membentuk otak cemerlang yang mudah untuk “fokus” dalam berpikir ! Berarti Nobita cerdas dong? Soalnya dia jago tuh kalo soal menembak. :p 
  • Di New York, ada pusat Yahudi yang mengembangkan berbagai kiat berbisnis kelas dunia. Disini terdapat banyak sekali kegiatan yang mendalami segi-segi bisnis sampai kepada aspek-aspek yang mempengaruhinya. Dalam arti mempelajari aspek bisnis yang berkaitan juga dengan budaya bangsa pangsa pasar mereka. Pendalaman yang bergiat nyaris seperti laboratorium, “research and development” khusus perdagangan dan bisnis ini dibiayai oleh para konglomerat Yahudi. Tidak mengherankan bila kemudian kita melihat keberhasilan orang Yahudi seperti terlihat pada : Starbuck, Dell Computer, Cocacola, DKNY, Oracle. pusat film Hollywood, Levis dan Dunkin Donat. Tambahan. Banyak orang-orang terkenal keturunan Yahudi seperti Mark Zuckerberg, Justin Bieber, Gil Ofarim, Yossie Benayoun, hingga Roman Abramovic.


Udah tahu kan fakta-fakta mengenai Yahudi. Gak heran kalau bangsa Yahudi memang terkenal karna kecerdasan mereka. Bahkan Albert Einstein saja keturunan Yahudi. Oh yah satu lagi. Saking pintarnya, padang pasir di Israel telah mereka sulap menjadi sebuah daerah pertanian yang subur. Agen rahasia mereka, Mossad juga  merupakan yang nomor satu. Gak heran deh kalo mereka cerdas begitu.

Ckckck...! Jadi pengen nikahin orang Yahudi. Yah itung-itung untuk memperbaiki keturunan. :p

16 comments:

  1. tapi katanya Yahudi itu eksklusifitasnya tinggi.
    Justin Bieber keturunan Yahudi ? baru tau sya.
    Adolf Hitler juga katanya ada keturunan Yahudinya ya

    ReplyDelete
  2. oh gitu toh. iya deh ntar kalo punya anak mesti dikasih makan ikan terus. tapi mamaku juga bilang gitu, ikan itu bagus utk otak.

    ReplyDelete
  3. @ tiara: ga tau deh kalo hitler. tapi kayaknya enggak deh

    @ fanny: hahaha.... silakan. :)

    ReplyDelete
  4. saya justru suka makan kepala ikan,#pantesan...#

    ReplyDelete
  5. Rokok? SAya benci!
    Ikan? Saya sukaaaa sekali! ^^

    ReplyDelete
  6. ternyata sumber utamanya dari ibu dulu ya. Yuk nuel klo kita udah punya istri suruh nhgelakuin aktifitas kaya diatas, biar dari kandungan anaknya udah jenius =w=

    ReplyDelete
  7. memang, hampir semua ilmuan berasal dari yahudi.
    Kita ambil contoh baiknya pals...

    ReplyDelete
  8. salut dengan orang yahudi, dan setau saya juga merka itu umat pilihannya Tuhan.

    ReplyDelete
  9. @ uli: yep. mereka benar2 umat pilihan Tuhan

    @ yadie: pals itu apa?

    @ john: setuju

    @ asop: saya juga. :)

    @ aje: hahaha... saya juga kadang2. :p

    ReplyDelete
  10. saya pernah posting ginian namun dalam bentuk tanpa sentuhan magis tangan saya (alias tidak saya edit)...
    hahahaha... :P

    coba deh ntar mas nuel perlakukan anaknya seperti orang yahudi menyambut dan merawat anak... :)

    ReplyDelete
  11. yang bisa kita lakukan sekarang adalah mengikuti kebiasaan baik mereka, dan tentu saja meninggalkan kebiasaan2 yang buruk.. :D

    ReplyDelete
  12. @ rain: kalo lu suami dong. hahhaa.... ^^v

    ReplyDelete
  13. Kok kayanya mihak Yahudi semua? Tau kan orang Yahudi tidak akan masuk surga? Udah banyak bukti dan penjelasannya. Coba renungkan lagi. Jadi jangan mengikuti budaya mereka. Mereka hidup di dunia hanya untuk kepentingan di dunia saja tanpa memikirkan kehidupan setelah di dunia. Padahal faktanya ada kehidupan setelah di dunia yang lebih kekal

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ente komen juga menggeneralisir, lho. Nggak semua Yahudi itu seperti yang ente maksudkan. Dan sebetulnya yang seperti itu kan Zionis. Zionis itu memang bagian dari Yahudi, tapi nggak semua orang Yahudi itu Zionis. Sama kayak Batak itu bagian dari Indonesia, tapi nggak semua orang Indonesia itu Batak.

      Dan postingan ini bukan berpihak pada Yahudi. Hanya membuka wawasan, kalau ada yang positif-positif dari Yahudi yang bisa kita pelajari.

      Delete

Pembaca yang baik adalah yang sudi mau meninggalkan komentar. ^_^
Nice reader is the one who will leave lot of words in the comment box. ^_^