Saturday, August 27, 2011

Untitled#3



Sekitar tanggal 24 lalu, gw baca blog seseorang. Ok mending ga usah gw sebutin. Gw gak mau bikin masalah lagi. Tapi kalo kalian maksa gw nyebutin, ok, ini gw sebutin linknya: PIRING (Ini biar dibilang gak HOAX loh! :p)

Tapi sih, sebetulnya yang mau gw bahas itu adalah isi tulisannya dia. Tulisannya dia itu diikutsertakan dalam sebuah kontes blog. Dan di dalam tulisannya, dia mengkritik soal penggunaan EYD di kalangan blogger.

Ada sebagian isi tulisannya yang menurut gw daleeeeeem bangeeeeet. Ngena banget sama gw. Di sana dia bilang kalo dia nemu sebuah blog yang ringan, widgetnya ga berlebih, tapi EYD-nya buruk. Dia bilang sih, si empunya blog gak mempunyai pemahaman kebahasan yang baik.

Selain itu, di salah satu balasan komentarnya, dia juga ngeritik blogger-blogger yang usianya 20 tahun masih menggunakan bahasa lu-lu, gw-gw.

Ok, gw ga tau maksudnya dia siapa. Tapi kali ini, gw nulis argumen ini sekaligus buat mereka yang merasa 'terdzolimi' sama kata-katanya dia. Langung aja.

Begini. Kebanyakan blog yang gw liat itu adalah personal blog. Personal blog yang lebih mengarah ke online diary. Jadi, karna blognya personal, yah suka-sukanya dia dong mau gunain bahasa yang kayak gimana. Kalo mereka nyaman, kenapa enggak?

Bisa aja kan usianya dia udah 20 tahun ke atas, tapi merasa enjoy menggunakan bahasa slangnya Indonesia di blognya. Mungkin karna sehari-hari dia udah terbiasa berbahasa seperti itu, yah jadinya imbasnya ke tulisan-tulisan dia di blog. Apalagi blognya dia kan juga blog personal dan bukan sebuah karya tulis ilmiah.

Beda yah sama orang yang ngeblog karna membawa sebuah misi tertentu. Misalnya, untuk didaftarkan ke Google Adsense atopun isi blognya yang bukan online diary. Gw sering liat blog-blog seperti itu dan gwnya juga ga bisa ngeritiknya. Haknya dia mau bikin blognya itu seperti apa. Dia mau bikin blog dengan tema hukum kek, tema IT kek, tema religi kek, itu haknya dia. Gw hanya bisa berkunjung dan ninggalin jejak (baca: komentar).

Gw juga sering juga liat blog-blog dengan bahasa slangnya Indonesia maupun bahasa daerah (Gw nemuin satu blog yang pake bahasa daerah: Bahasa Makassar. Cek di sini). Ada beberapa blogger yang udah bekerjapun masih gunain bahasa lu-lu, gw-gw. Yah mungkin aja dia udah nyaman dengan bahasa seperti itu. Ketimbang dia nulis dengan bahasa formal, tapi selamanya dia gak nyaman nulis di blognya sendiri, kan lebih baik nulis dengan bahasa yang digunakan sehari-hari. Betul, tidak?

Gw sendiri dulu di awal-awal ngeblog, bahasa yang gw pake itupun juga bahasa formal. Bisa di cek di : Tuhan Maha Tahu atau di Traffic Jam. Tapi setelah gw pikir-pikir, ini bukan gaya gw. Ini bukan gw banget. Gw gak nyaman dengan gaya bahasa seperti ini. Akhirnya setelah beberapa postingan dengan gaya bahasa hampir mengikuti EYD, gw mutusin untuk gunain bahasa yang gw pake sehari-hari. Kalian bisa obrak-abrik arsip blog ini untuk membuktikan perkataannya gw ini. Pengecualiannya sih hanya kalo gw lagi ngikutin sebuah kontes blog, sih. Mau gak mau kan tulisannya gw disesuain sama persyaratannya si pembuat kontes. Hehehe....!

Lagian gw ngeblog itu sebetulnya hanya untuk ngeluarin 'sedikit' isi dari otak gw dan sharing apa yang gw alamin. Ato kalo bahasanya, Reynard, 'Cuma mau menghidupkan bagian kecil dalam otak yang selalu ingin bermain.' (Rupanya dia copas kata-katanya Jerry Seinfeld). That's it.

Maka dari itu untuk mempermudah transfer isi otak ke blog, gw kan kudu nyamanin diri dulu dong. Kalo gw nya aja gak nyaman sama gaya bahasa yang gw pake, yah nanti tulisan gw nanti bakal terasa kaku banget. Nuansa gwnya tuh malah gak keluar sama sekali. Padahal kan Immanuel's Notes ini personal blog, online diary.

Jadi inti dari tulisan gw kali ini adalah penggunaan bahasa di blog itu hak prerogatifnya yang empunya blog. Dia bebas nentuin mau pake bahasa kayak gimana. Mau pake bahasa gaul silakan, mau pake bahasa daerah juga silakan. Biarkan mereka nyaman dengan blognya mereka sendiri. :) Karna mereka juga bebas nentuin mau dibawa ke arah mana blognya.

" Bukankah lebih indah melihat banyak blog dengan beraneka ragam bentuk dan bahasa? Bukankah itu semakin menggambarkan dunia nyata yang kompleks? "

PS: Asli, hati gw panas waktu baca tulisan orang itu di blognya. Aaaargggh!!!