Friday, August 12, 2011

Cinta pertama enggak identik dengan pacar pertama



Kemaren waktu ketemu teman gw, si Dias dan Erland, gw curhat (curhat is not crime, yea! :p) ke mereka tentang pengalaman gw pedekate sama cewe dan soal cinta pertama gw. Trus si Dias nyeletuk, "Lu udah pernah pacaran man?" Celetukannya dia itu ditujukan ke soal cinta pertama gw.

Sontak gw langsung jawab, "Eits, jangan salah lo yas. Cinta pertama itu enggak identik dengan pacar pertama?" Emang untuk merasakan cinta pertama tuh harus pacaran dulu. Menurut gw enggak dan hal ini juga diiyakan oleh Erland (2-1, yas! :p). Cinta pertama itu muncul ketika kita pertama kali merasakan yang namanya jatuh cinta. Yah walaupun perasaan cinta kita ga pernah tersampaikan ke orang yang bersangkutan, bagi gw itu tetap C-I-N-T-A. Itu menurut pandangan gw, sehingga otomatis gw juga ga setuju sama pandangannya si Keven di kotak komentar beberapa minggu yang lalu.

Keven said in Never Going Steady,
because love isn't love until you give it away...cinta bukanlah cinta sebelum dipersembahkan...
Maaf yah ven! Kali ini, gw ga sepandangan sama lo soal yang saat ini. Karna bagi gw, jatuh cinta tetap cinta. Dan sebaiknya kita ga perpanjang masalah ini lebih lanjut lagi. Ini sama aja kayak masalah apakah janin udah bisa dianggap manusia juga. :)

Gw ga setuju sama statementnya Keven, yah karna bagi gw jatuh cinta itu tetep cinta, sekalipun hanya jatuh cinta diam-diam. Mengingat orang yang dicintai bisa memotivasi dan menyemangati kita secara tak langsung. Trust me, it works! :)

Isaac Newton dan Hans Andersen aja juga sama kayak gw koq. Hanya bisa jatuh cinta diam-diam, tanpa mengungkapkan perasaan sesungguhnya mereka ke wanita idamannya. Itu yang gw baca dari komik serial orang ternama. :)

So, kisah cinta pertama lo gimana, man?

Saya saja pertama kali menyukai seseorang waktu saya kelas 4 atau 5 SD atau berusia 9 atau 10 tahun (curhat nih?). Saat itu saya suka sama seorang gadis yang mungkin sebaya saya. Saya bertemu gadis itu di gereja, di sekolah minggu tepatnya. Sebut saja gadis itu dengan sebutan Eci (rahasia dong! Ntar dibaca orangnya, orangnya jadi merah lagi mukanya! Hehehe!). Tapi saat itu saya masih malu-malu kucing. Waktu ada dia di dekat saya, yang bisa saya lakukan adalah menatap wajahnya sepuas mungkin. Karena hanya itu yang bisa saya lakukan. Saya dengan dia juga tidak begitu akrab sih. Ingin sekali bisa akrab dengan dia. Tapi kelemahan saya adalah saya orangnya rada kaku kalau di depan perempuan, apalagi yang baru pertama kali bertemu.



So..... First Love is not First Girlfriend (gw kan cowo, Masa boy sih? :p). Cinta pertama tidak identik dengan pacar pertama. :)