Tuesday, February 1, 2011

REVIEW: The Mechanic


Kategori : Film
Sutradara : Simon West
Penulis naskah : Richard Wenk, Lewis John Carlino
Pemeran : Jason Statham, Ben Foster, Donald Sutherland, Christa Campbell
Genre : Action, Thriller


Setelah gw ngambil hasil TOEFL dan KHS (Kartu hasil Studi), gw bareng Dias, Dion, Erland, dan Ermen nonton di 21 Plaza Semanggi. Gw, Dion, dan Dias nonton setelah makan dulu di Bedeng. Mana di sana, gw baru nyadarin kalo ternyata gw mesen indomie tuh dua. Pantesan harganya Rp10.000. Bodohnya.  Gw mestinya curiga waktu si pelayan bilang: "Dua, dek?" Gw ga ngeh. Gw kira dua itu, gw sama si Dias. Taunya dia nanyain mie-nya bikin dua juga. Begonya....

***

Film  yang gw tonton di sana judulnya ialah The Mechanic. Film ini menceritakan kisah hidup seorang pembunuh bayaran (di Amrik disebut dengan mechanic) bernama Artur Bishop.Awalnya Arthur Bishop disuruh membunuh seseorang bernama Harry McKenna yang merupakan teman terbaiknya, karena Harry diduga telah melakukan korupsi dan penyelewengan dana dari suatu perusahaan yang menyewa Bishop untuk membunuh Harry. Kenyataannya Bishop dikerjain oleh orang yang menyewanya. Ia dijebak. Sebetulnya Deanlah yang harus dibunuh Bishop. Karena Deanlah yang telah menyelewengkan dana. Apalagi Bishop sebetulnya baru menyadari kalau Dean belum mati waktu ia membunuhnya. Ia menyadarinya ketika selesai menjalani dua misi setelah membunuh Harry McKenna dari perusahaan yang menyewanya. Waktu itu ia melihat Dean sedang berkeliaran di sebuah stasiun.

Aneh. Karna ga mungkin kan orang yang yang telah mati dibunuh, bisa hidup lagi. Dari situlah, Bishop tau kalo ia dikerjain. Ditipu abis-abisan. Apalagi ia terlanjur membunuh sahabatnya Harry McKenna yang sebetulnya sudah tau kalo bakal dibunuh oleh Bishop. Nantinya si Dean berhasil dibunuh dengan cara sadis.

Dalam menjalani dua misi  itu, Bishop dibantu anaknya Harry, Steven. Namun sayangnya, Steven terlalu gegabah dan tidak patuh. Ini terbukti ketika ia disuruh Bishop membunuh seorang mechanic yang rupanya maho. Ia tidak patuh dengan instruksi Bishop untuk membunuh si maho di bar. Ia malah membunuhnya di rumahnya si maho dengan penuh cucuran darah, bukan dengan tanpa jejak seperti maunya Bishop. Begitu pun waktu membunuh pendeta gadungan. Karna kecerobohan si Steven, usaha pembunuhan dengan racun ketauan oleh pengawal si pendeta gadungan.

Pada akhirnya si Steven mati karna kecerobohannya sendiri. Ia sudah diperingati Steven untuk tidak menyentuh mobil yang terletak di garasi dan sebuah compact disk oleh Bishop. Akhirnya ia mati akibat ledakan mobil yang gw sendiri bingung kenapa ntu mobil bisa meledak. ckckck....Sedangkan Bishop yang sudah diancam bakal dibunuh oleh Steven lolos kabur dari mobil yang akan ditembakkan oleh Steven.

***

Film ini cukup bagus ditonton oleh dewasa. apalagi film ini cukup banyak adegan penuh darahnya. Lumayan sadis untuk ditonton anak-anak + ada adegan seksnya juga. Amat disayangkan adegan seksnya disensor oleh Lembaga Sensor Indonesia. Hu-uh.... Jadi kalo mau nonton yang asli tanpa editan dari  Lembaga Sensor Indonesia, beli aja DVD bajakannya (eh ini malah nyaranin beli bajakan! Terlalu....). Hehehehe....

Aneh, aneh....

Udah dikategorikan sebagai film dewasa, kenapa pula mesti kena sensor??? Mending setiap masuk bioskop, penontonnya tuh suruh aja nunjukin KTP/kartu pengenal lainnya untuk mengecek usianya. Gitu kan enak. Lagian kasian para insan perfilman yang cape-cape bikin filmnya, eh tau-taunya disensor. hmmmm.....