Tuesday, November 23, 2010

REVIEW : Harry Potter and The Deathly Hallows part one



Category : Film
Genre :Fiction
Director :David Yates
Artist : Daniel Radcliffe, Rupert Grint, Emma Watson, etc.....

Kali ini gw mau review film yang kemarin baru nonton bersama sohib gw Ermen. Film tersebut adalah

*jengjengjengjengjeng..............


Harry Potter and The Deathly Hallows,

dan gw cukup puas menontonnya. Karena filmnya cukup sesuai dengan gambaran gw setelah baca novelnya terlebih dahulu. Alurnya sesuai. Mantap. Hanya ada beberapa tambahan yang tidak ada di novelnya serta beberapa cerita di novel yang tidak diceritakan di filmnya. Berikut perbedaannya:

1. Ada adegan dimana Ginny minta Harry menarik ritsletingnya dan kemudian berakhir ke ciuman bibir dengan dilihat oleh Fred atau George. sumpah di novel itu tidak ada. Malahan mestinya sih Ginny ciuman dengan Harry di kamarnya Ginny dengan tanpa sengaja kepergok Ron dan Hermione. Terus berikutnya, Ginny mengucapkan Selamat Ulangtahun ke Harry yang berusia 17 tahun.
2. Filmnya tidak menampilkan saat-saat Harry, Ron, dan Hermione menaiki seekor naga sepulang dari Gringotts sehabis membongkar brankasnya Bellatrix Lestrange untuk mengambil sesuatu.
3. Juga tidak menampilkan saat-saat Harry dan Ron bertemu ayahnya Ron di lift di dalam gedung Kementrian Sihir dimana ayahnya Ron memarahi Harry yang masih dalam penyamaran habis-habisan.
4. Juga tidak diceritakan saat-saat Harry, Ron, dan Hermione masih berada di dalam tenda sebelum mereka bertiga ketahuan para Pelahap Maut waktu Harry menyebutkan kata "Lord Voldemort"

Selebihnya sesuai dengan yang ada di novel. Malahan banyak humornya juga. Seperti adegan dimana tampang Harry yang sedang kebingungan waktu sedang berada di Kementerian Sihir dalam wujud penyamarannya menjadi salah satu dari orang-orang di Kementerian Sihir. Atau saat Ron lupa dengan wujud Harry yang sedang menyamar. Dengan begonya, ia menyapa Harry dengan nama orang yang dipinjam wujudnya. Atau saat Ron terpaksa mencium isteri dari orang yang diambil wujudnya. Banyak juga dialog-dialognya yang kocak. Apalagi saat Ron salah tingkah di depan Hermione saat kembali berkumpul setelah ngabur.

Salut juga saat David Yates sukses menggambarkan saat-saat Harry mengambil pedang Gryffindor di dalam sebuah danau karena mengikuti patronus rusa betina milik seseorang (rupanya miliknya Snape). Atau pada saat Harry diikuti oleh sekelompok pelahap maut. Pokoknya beberapa saat-saat menegangkan di novelnya tergambarkan dengan baik di filmnya.

Akhir kata,
film ini layak tonton untuk dewasa. Kenapa? Karena ada adegan bugilnya juga yang belum kena sensor, yaitu pada saat Ron akan menghancurkan liontin yang merupakan Horcrux. Nah di situlah Ron diperlihatkan penglihatan Harry dan Hermione sedang berpelukan dengan pakaian yang lolos.

Immanuel <span class=


13 comments:

  1. Wah sudah nonton filmnya ya.. Saya belum sempat nonton

    ReplyDelete
  2. gue juga nyusul. ntar gue bakal nonton. ghahah, semoga lebih bagus dari film yang sebelumnya.

    eniwei, sori ya noeel tentang postingan gue kemaren. udah gue edit tuh. sekali lagi maap banget, gue ga ada maksud apa-apa. maaaaappp. :)

    ReplyDelete
  3. heeeeh ojo spoiler neng kene gan! hehehe.. saya kan ga ke bioskop. nunggu bajakannya dulu, qeqeq

    ReplyDelete
  4. @ reborn:
    eh makasih ni atas pengertiannya. Tapi sori ni, gw kemaren lansung panik dan ga ngeh yang lu maksud ntu cerita bikinan gw. Gw udah keburu takut aja kejadian ntu pas gw nulis postingan tersebut terulang lagi. Tapi makasi nih

    ReplyDelete
  5. wah dah nonton ya :) hmmm I love emma watson hehehe

    ReplyDelete
  6. dah lama gue gag nonton pilm. kangen..

    ReplyDelete
  7. aku belum nonton yang terakhirnya
    salam persahabtan

    ReplyDelete
  8. ada juga adegan yang lain dari novelnya. seharusnya di kawinannya Bill sama Fleur si Harry ga dalam wujud aslinya. tapi di film dia malah berkeliaran tetap sebagai Harry.
    trus dalam pelarian mereka seharusnya ketemu Dean Thomas sama Mr. Tonks tapi ga ada juga.
    emang film yang diangkat dari novel ga pernah ada yang sama persis kayak isi novelnya. tetap harus ada bagian yang diilangin ato ga diganti.

    ReplyDelete
  9. @ Vinny:
    Yup ntu dia yang gw benci. Kalo gw JK Rowlingnya ato suatu saat novel gw difilemin (ngarep. Padahal novelnya juga blon jadi), gw bakal nolak kalo sang sutaradara lebih milih berimprovisasi ketimbang bikin adegan sesuai novelnya

    ReplyDelete
  10. sayangnya lu bukan JK Rowling. haha kidding
    tapi gue pernah baca alasan kenapa film-film yang diangkat dari novel itu beda sama novel. kata sutradaranya sih cuma bakal manjangin durasi aja kalo hal-hal kecil dalam novel juga dimasukin. ada juga alasan-alasan lainnya.
    gue cuma berharap pas HP7 part 2 ntar ga bakal kayak part 1. semoga bagian akhir novel semua dimasukin ke filmnya.

    ReplyDelete
  11. @ vinny :
    thank's mbak infonya.... tapi tetep aja ga asik aja kalo yang paling penting malah diilangin....
    huhuhuhuuuuuuuu

    ReplyDelete

Pembaca yang baik adalah yang sudi mau meninggalkan komentar. ^_^
Nice reader is the one who will leave lot of words in the comment box. ^_^