Monday, September 6, 2010

Seorang Cerdas yang mencoba menafikkan Tuhan

Stephen Hawking: “Tuhan Bukan Pencipta Alam Semesta”

Fisikawan Inggris Stephen Hawking yakin bahwa keberadaan manusia dan alam semesta bukan hasil ciptaan Tuhan, melainkan muncul dengan sendirinya. Sebab ada hukum gravitasi, alam semesta bisa menciptakan dirinya sendiri.

Dia mengklaim tidak ada kekuatan ilahiyah yang dapat menjelaskan mengapa alam semesta ini terbentuk.
Dalam buku terakhirnta, The Grand Design, dikutip oleh The Times, Hawking menjelaskan “Sebab di sana ada hukum gravitasi, alam semesta dapat dan akan menciptakan dirinya sendiri.”
Di buku A Brief History of Time, Prof Hawking tidak menafikkan kemungkinan turut campurnya Tuhan dalam penciptan dunia.

Dia menulis di bukunya tahun 1988, “Jika kita menemukan sebuah teori yang lengkap, maka hal tersebut menjadi kemenangan nalar manusia. Oleh sebab itu, kita akan mengenal Tuhan.”

Hawking, dalam buku terbarunya, menolak teori Isaac Newton yang menyatakan bahwa terciptanya alam semesta terbentuk tidak secara spontan namun digerakkan oleh Tuhan.

Stephen William Hawking lahir di Oxford, 8 Januari 1942 adalah seorang ahli teori fisika. Ia putra dari seorang guru besar matematika di Universitas Cambridge.

Dalam kiprah keilmuannya, Hawking terkenal karena sumbangannya di bidang fisika kuantum. Di bidang agama, menurut bekas istrinya, Jane, Hawking adalah seorang atheis. Namu Hawking mengaku bahwa ia “tidak religius secara akal sehat” dan ia percaya bahwa “alam semesta diatur oleh hukum ilmu pengetahuan. Hukum tersebut mungkin dibuat oleh Tuhan, tetapi Tuhan tidak melakukan intervensi untuk melanggar hukum.”

sumber:http://zona-orang-gila.blogspot.com/2010/09/stephen-hawking-tuhan-bukan-pencipta.html?utm_source=feedburner&utm_medium=feed&utm_campaign=Feed%3A+ZonaOrangGila+%28Zona+Orang+Gila%29



Sumpah parah. Ga nyangka. Anjrit. Stephen Hawking berani berkata seperti itu. Itu sama saja melecehkan Tuhan. Padahal Isaac Newton aja ga berani bilang kayak gitu dan masih mengakui adanya Tuhan.

Memang bener yah kata Dias. Kecerdasan itu ga boleh melebihi perasaan dan hati nurani. Jadinya yah seperti ini. Bahaya juga yah kalo terlalu cerdas itu. Ga percaya lagi sama hal-hal yang berbau spiritual atau mistik, khususnya Tuhan. Semuanya harus didasarkan sama logika. Semuanya harus bisa dijelaskan oleh ilmu pengetahuan. Padahal ga semua hal bisa dijelaskan oleh ilmu pengetahuan. Pantes lah kalo di eropa dan AS sana banyak orang atheis.

Jadi ingat, kawan, kecerdasan kita tidak boleh membuat kita melecehkan Tuhan atau Allah seperti ini. Biarlah Stephen Hawking menerima akibatnya nanti. Semoga Tuhan mengampuni dosanya.