Tuesday, February 22, 2011

Mobil Antar Jemput, Bus sekolah, atau apalah namanya







Gambar di atas tersebut adalah gambar sebuah mobil antar-jemput yang khusus mengantar-jemputkan anak-anak sekolah....... (nama sekolah dirahasiakan! demi menjaga nama baik sekolah tersebut) yang kebetulan sedang melintas di depan rumahku. Dan bila melihat mobil tersebut, aku jadi ingat masa-masa aku sekolah dulu di SMA Tarakanita Gading Serpong. Dulu aku selalu naik mobil antar jemput. Mobilnya sih kalau tidak salah Suzuki Carry deh. Mirip-mirip mobil yang ada di dalam foto ini, deh sepertinya. Sopirnya itu namanya Oom Irwan. Orangnya baik, sabar, dan satu lagi yang penting, DISIPLIN. Pernah ada anak SD yang ikut mobil jemputannya dimarahi, atau lebih tepatnya disindir-sindir karena telat. Dan satu lagi sifatnya yang lain adalah orangnya cukup supel juga dan benar-benar seperti seorang bapak bagi kami, anak-anak yang ikut mobilnya. Kalau diajak ngobrol sama siapa saja di antara kami, dia juga menanggapi. Tidak pilih-pilih. Obrolan apapun sama beliao, entah kenapa sepertinya nyambung. Ngomongin bola, ok, bahkan diajakin gosip juga bisa. Hahahahaha

Tapi yang aku paling suka dari dia yaitu sikap disiplinnya. Salut. Tak lupa sikap pekerja kerasnya. Bayangkan sudah tua (ada kali usianya di atas 60 atau 70 tahunan gitu!), tapi dia masih mau bekerja. Apalagi pekerjaannya juga tidak bisa dibilang gampang. Meng-antar-jemputkan anak-anak sekolah. Bangunnya harus pagi-pagi buta. Malah lebih pagi dari kita, anak-anak sekolah. Pulangnya juga rela pulang sore apabila ada yang ekskul atau pun kelas tambahan. Ckckck!!!


OK! Itu baru bahas oom Irwan. Sekarang aku mau bahas mobil Antar Jemput, Bus sekolah, atau apalah namanya. Entah kenapa hal satu ini seolah luput dari pengamatan para sineas perfilman, orang-orang di dunia entertainment, novelis, dll, dsb. Padahal kalau dipikir secara masak-masak, banyak juga koq anak-anak sekolah, terutama anak-anak SMA yang naik mobil antar jemput atau bus sekolah. Kan tidak semuanya naik motor, sepeda, atau angkutan umum (yang paling sering disebut adalah TAKSI). Kenapa yah yang satu ini luput dari perhatian orang-orang yang aku sebutkan itu. Coba saja ada sinetron, film, atau FTV khusus remaja yang memasukkan unsur yang satu ini ke dalamnya.

Banyak loh suka-dukanya naik mobil antar jemput atau bus sekolah. Sukanya,
1. irit ongkos (karena biasanya bayarnya kan per bulan dan dibayar di awal bulan),
2. tidak perlu naik angkot, bus umum, atau yang lainnya yang kadang harus buang uang kita tiap harinya, dan yang keamanannya belum terjamin. Juga biasanya lebih lama jalannya dibandingkan mobil antar jemput (karena mobil antar-jemput mana pernah ngetem seperti angkit atau bus umum)
3. Mengajarkan kita disiplin juga. Apalagi kalau mobil jemputannya datang tepat waktu. Jadi mau tidak mau kan harus bangun pagi-pagi. Sebelum mobilnya datang, kita kan harus siap sedia.
4. Tidak perlu repot mikir uang bensin dibandingkan bila kita naik mobil atau pun motor.
5. Terkadang di dalam mobil antar-jemput, bisa juga disempatkan belajar atau mengerjakan tugas sekolah. Bila kita naik motor, mobil, atau naik kendaraan umum, kan agak repot juga kan untuk itu semua. Mau belajar, kadang tidak tenang dan terganggu dengan keadaan sekitar bila naik kendaraan umum.
6. Bisa ngobrol juga dengan teman-teman, terutama bila satu sekolah atau pun satu kelas. Kalau naik kendaraan umum, mana bisa ngobrol. Mau ngobrol juga tidak kenal kan dengan orang-orang di sekitar kita. Apalagi dapat mengganggu yang lain.

Kalau dukanya,
1. Kadang kalau pulang sekolah, apalagi kalau pulangnya cepat terkadang harus mau menunggu anak-anak lain yang belum keluar. Biasanya mobil antar-jemput kalau menjemput anak-anak sekolah terutama bila di dalamnya ada juga anak-anak SD, SMP,dan SMA suka ada jam-jamnya gitu. Seperti mobil antar-jemputku dulu. Jam 11 atau jam 12, dia mengantar jemput anak-anak SD. Nah kalau ada anak- SD yang telat keluarnya, yah disuruh menunggu giliran jam berikutnya, yaitu ketika anak-anak SMP atau SMA keluar yang biasanya keluar pada jam setengah dua atau jam setengah tiga siang. Jadi ada keteraturan gitu.

Intinya harus ikuti aturan-aturan tidak tertulis sopir sekaligus pemilik usaha antar jemput itu tersebut. Itulah yang terkadang bikin bete. Karena terkadang, bila aku pulang cepat, inginnya sih segera sampai ke rumah, tapi yah harus menunggu yang lainnya pada pulang. Mau plang lebih dahulu, agak tidak enak juga, mengingat sudah bayar mahal-maahal kan?

2. Kalau kita bangunnya telat, ya sudah, diceramahi sama sopirnya. Hikz....!!!! Plus tidak enak juga sama anak-anak lainnya yang jadi korban karena keterlambatan kita.


Dan itulah suka-dukanya naik mobil antar jemput. Dan entah kenapa hal yang satu ini sedikit dilupakan. Padahal ini kan juga bagian dari masa-masa kita sebagai anak sekolah. Juga tidak sedikit anak-anak sekolah yang memilih naik mobil antar jemput atau bus sekolah.

Tapi.....
kalau nulis postingan tentang mobil antar jemput, entah kenapa aku jadi rindu sama oom irwan, rindu naik mobil antar jemput lagi. Hiks...... ToT
Apalagi bila ingat mengesalkannya naik kendaraan umum yang datangnya sering tak terduga datangnya (bikin jengkel setengah mati menunggunya!) dan sering ngetem itu. Kayak nunggu mobil pejabat. Heh......

But, there's life!!!!!!!