Tuesday, May 11, 2010

Iiiih, angkat dong teleponnya!!!!!

Tahu maksud judul postingan tersebut? Yah, mungkin itu sebagian dari kata-kata yang kawan-kawan lontarkan ketika sedang menelpon, namun tidak kunjung juga diterima oleh si empunya nomor.

Mungkin sebagian besar dari kalian benci atau minimal kesal kalau panggilan telepon kita tidak diangkat oleh yang empunya nomor. Aku juga sama. Tapi aku berusaha positive thinking. Mungkin yang empunya nomor punya alasan-alasan tersendiri kenapa tidak menerima panggilan tersebut.

Menurutku, ada beberapa alasan kenapa orang tidak menerima panggilan kita ketika kita menelepon:
1.Alasan klasik, SIBUK. Entah itu sibuk mandi, sibuk buang air kecil, sibuk poop, atau sedang tidur sekalipun yang membuat dia tidak bisa menerima panggilan kita bahkan untuk sedetik pun. Dan kita harus maklum. Karena telepon atau handphone sekarang tidak mempunyai alat semacam radar yang dapat memberitahu kita kenapa panggilan kita tidak diterima. Kita pun tidak memiliki indera keenam , bukan?
2.Alasan selanjutnya, mungkin saja yang empunya nomor, terutama pengguna ponsel tidak biasa menggunakan fasilitas RINGTONE. Sehingga ia sering membuat ponselnya dalam keadaan getar atau malah lebih parah lagi, SILENT. Kita pun tidak berhak memaksa orang tersebut, bukan? Itu haknya dia. Dia punya alasan tersendiri untuk itu. Benar, bukan? Sehingga wajar lah bila si empunya nomor tidak mengetahui ada panggilan (missed call) ke ponselnya walau dari jarak sedikit pun. Ponsel kalau bergetar , terutama di dalam tas agak susah kan mendengarnya? Kalau di dalam kantung celana atau di atas meja atau di atas apalah, lain lagi persoalannya. Coba sendiri kalau kalian tidak percaya.
3.Tidak selamanya si empunya nomor berada di dekat ponsel tersebut. Ada kalanya, ponselnya tersebut di taruh di atas meja, dimasukkan di dalam laci, dll, dsb sehingga membuat dia sering tidak tahu ada panggilan di ponselnya. Ngapain juga tiap saat (makan, tidur, boker, hingga mandi sekalipun) membawa terus ponsel kita? Benar, bukan?
4.Nomor kalian tidak ke-save di Address Book-nya. Jadi wajar kan si empunya nomor tidak menerima panggilan. Saya juga malas mengangkat telepon dari nomor asing.

Dan itulah, di atas 3 alasan utama si empunya nomor tidak menerima panggilan kita. Sehingga kita harus maklum. Mereka juga alasan, kali?! Kalau benar-benar penting dengan si empunya nomor, yah, mbok, SMS. Apa susahnya tokh SMS? Tarifnya lebih murah daripada miskol lagi. Atau BBM-an, atau lewat FB, twitter, dan banyak media lainnya? Bisa juga telepon lain kali.

Jadi jangan keburu kesal dulu, bro. Tanggapi dengan kepala dingin. Jangan keburu emosi atau kesal. Tempatkan posisi kalian di posisi si empunya nomor. Kalian kalau tidak menerima panggilan dan diomelin oleh si penelepon kesal juga, kan? makanya postive thinking saja. Waktu masih banyak. Kalau yah sulit dihubungi, yah sms atau pakai media apa kek. Atau telepon lagi saja. Dunia belum mau kiamat, kan?

Yah mungkin segini saja postingan yang aku dapatkan idenya dari pengalaman buruk saya. kalau ada yang punya pendapat lain, di comment saja.

Oh yah, bagi si empunya nomor, kalian juga respon dong panggilan (miskol) tersebut. Telepon kek? SMS kek? BBM kek? Balas. Jadi kalian tidak membuat kesal si penelepon dan hubungan baik tetap terjaga.

Salam damai.
Immanuel.lubis

No comments:

Post a Comment

Pembaca yang baik adalah yang sudi mau meninggalkan komentar. ^_^
Nice reader is the one who will leave lot of words in the comment box. ^_^