Tuesday, March 22, 2011

Demi anak-anak


Aku heran.....

Sungguh heran....

Kenapa ada orang yang tega menculiik anak-anak, memperkosa anak-anak, hingga menyiksa dan membunuh anak-anak?? Apakah mereka tidak pernah menjadi seorang anak-anak? Tidak punya childhood? Serta apakah mereka tidak mempunyai anak-anak dan benci terhadap anak-anak? Apa salah anak-anak itu coba yang menjadi korban trafficking, kekerasan, bullying, dll, dsb? Apa mereka semua semua punya salah terhadap orang-orang KEPARAT tersebut?

Kasihan kan anak-anak itu harus kehilangan childhood mereka hanya demi kepentingan materi orang-orang BEJAT tersebut? Mereka seharusnya bermain dan belajar. Bukan diperlakukan layaknya binatang. Satu lagi, asal mereka tahu anak-anak itu bukanlah sebuah barang. Mereka itu titipan TUHAN yang paling berharga. Para BIADAB itu juga perlu tahu, dari anak-anaklah mereka bisa seperti sekarang.

Aku ingin tahu seperti apa sih masa lalu dari para BIADAB tersebut? Hingga mereka dengan tega dan tak berperikemanusiaan merampas kebebasan, kemerdekaan, dan kebahagiaan anak-anak. Bahkan sampai menjual anak-anak dengan harga yang menurutku masih kurang? Karena nyawa manusia itu tidak bisa dihitung dengan uang. Hehhhhhh..............

Dan itu baru dari satu sisi, yaitu PERDAGANGAN ANAK. Belum lagi kalau dilihat gaya hidup.

Dulu waktu hari Rabu sepulang menyelesaikan UTS yang menyiksa hati, aku melihat dua orang anak kecil di bawah fly-over Karet. Satu lagi asyik menghisap rokok dengan baju kegedean. Sepertinya sih anak tersebut seorang kondektur atau kenek. Ckckckck! Bayangkan, kawan, seorang anak kecil merokok. Apa tidak ada orang dewasa yang melarang anak kecil tersebut. Dan kenapa pula ia jadi kenek? Semestinya ia bermain dan belajar.

Itu baru yang kulihat. Belum yang diberitakan pers seperti anak-anak sedang ngelem, tawuran, pelacur anak, dll, dsb. Sebegitukah mereka memperlakukan anak-anak? Haruskah anak-anak itu dipaksa untuk cepat dewasa dari usia mereka sesungguhnya? Haruskah mereka bekerja atau dipaksa bekerja demi orang-orang dewasa yang malas dan hanya bisa hidup di atas darah orang lain?

Keadaan ini malah diperparah dengan dunia hiburan kita, dunia pertelevisian kita yang seperti acuh tak acuh terhadap anak-anak. Lihat saja acara televisi! Berapa persen tayangan-tayangan untuk anak-anak. Aku rasa tidak sampai 10 %. Berbeda dengan jaman aku kecil dulu saat masih banyak diputar acara-acara buat anak-anak. Siapa yang masih ingat acara-acara Tom & Jerry, Klak Klik, Batman, XMEN, VR Troopers, dll, dsb. Saya rasa kalian pasti masih mengingatnya.

Bahkan mereka pun dipaksa mendengar dan menikmati lagu-lagu dewasa yang mereka pun tidak mengerti arti liriknya.

Kasihan anak-anak Indonesia.

Memang aku hanya bisa tulis di blogku ini. Namun aku berharap tulisanku ini dapat menggugah mereka agar memperlakukan anak-anak secara manusiawi. Tak sepantasnya anak-anak menderita di awal kehidupan mereka. Biarkanlah mereka happy-happy. Ujian untuk mereka bukan saat mereka masih anak-anak, tapi nanti, bung! Biarkan mereka bermain, becanda, belajar, mendengarkan musik yang sesuai dengan usia mereka, menonton acara-acara yang layak, hingga punya mimpi untuk mengubah dunia ini.

Tolonglah perlakukan anak-anak secara manusiawi. Perhatikan kepentingan anak-anak.






Ps: Ata, mohon  maaf yah foto editannya, tapi gw peduli koq sama anak-anak dan ini salah satu bentuk kepeduliaan gw. Heehehehhe..... Ga sempet ane bikinnya. Ini aja bikinnya di tempat hotspot di mall + di sela-sela bikin skripsi. Hehehehhe..... :p

11 comments:

  1. ah gagal pertamax lagi, padaal tadi udah ketik di hp tapi batrenya langsung abis

    ReplyDelete
  2. wah, betul itu noel. mari kita lakukan upaya untuk melindungi mereka. Makanya semenjak kuliah dulu sampai sekarang saya mengajar anak2, setidaknya ada upaya untuk mengabdi membebaskan anak2 dari hal2 yg tidak baik, semampu kita,:D

    ReplyDelete
  3. wah,,,,,siiip Noeel... really deskripsi yang gamblang tentang apa yang jadi permasalahan anak yang ternyata begitu familiar di depan mata kita ya Noeel, gak cuma masalah ekonomi doank. great job... salut wat kamu. Btw, gak berat thu nggendong banyak anak di perut??? haha

    ReplyDelete
  4. @ aina:

    yah berat dong aaah.. jhahahhaha....

    @ nova:
    yup, that's true

    ReplyDelete
  5. keren pikiran lo! mantabh gila! :)

    ReplyDelete
  6. Yup, seharusnya anak2 tidak dicekokin lagu2 dewasa yang liriknya ga sesuai untuk mereka. Sinetron2 yang justru menyesatkan & membuat bodoh penontonnya. Seharusnya mereka menikmati masa kanak2 dengan gaya kanak2 juga

    ReplyDelete
  7. nueeeeeeeeeel. maaf banget baru berkunjung. bukannya sombong tapi emang lagi kesusahan internet jaringan nih. maklum lagi ga di rumah :) btw, makasih banyaaaak partisipasinya. dasar kreatif, apapun jadi ya. hihi keren ♥

    ReplyDelete

Pembaca yang baik adalah yang sudi mau meninggalkan komentar. ^_^
Nice reader is the one who will leave lot of words in the comment box. ^_^